Nama : Ichwan Amanah. B
Stambuk : D1 B4 08 090
I PENDAHULUAN
Pengaturan
suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah
elemen-elemen dari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan
berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood
animals). Namun, ahli-ahli Biologi lebihsuka menggunakan istilah ektoterm dan
endoterm yang berhubungan dengan sumber panasutama tubuh hewan.
Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari
lingkungan (menyerap panas lingkungan). Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung
berfluktuasi, tergantungpada suhu lingkungan. Hewan dalam kelompok ini adalah
anggota invertebrata, ikan, amphibia,dan reptilia. Sedangkan endoterm adalah
hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasilmetabolisme. Suhu tubuh hewan ini
lebih konstan. Endoterm umum dijumpai pada kelompokburung (Aves), dan mamalia.
Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan
countercurrent heat exchange adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan
panas tubuh. Perilaku adalah hal yang penting dalam hubungannya dengan termoregulasi.
Migrasi, relokasi,dan sembunyi ditemukan pada beberapa hewan untuk menurunkan
atau menaikkan suhu tubuh. Gajah di daerah tropis untuk menurunkan suhu tubuh
dengan cara mandi atau mengipaskan daun telinganya ke tubuh. Sedangkan manusia
menggunakan pakaian adalah salah satu perilaku unik dalam termoregulasi.
II PEMBAHASAN
A. Termoregulasi
Termoregulasi manusia berpusat pada hypothalamus
anterior terdapat tiga komponenpengatur atau penyusun sistem pengaturan panas,
yaitu termoreseptor, hypothalamus, dansaraf eferen serta termoregulasi
(Swenson, 1997). Pengaruh suhu pada lingkungan, hewandibagi menjadi dua
golongan, yaitu poikiloterm dan homoiterm. Poikiloterm suhu tubuhnyadipengaruhi
oleh lingkungan. Suhu tubuh bagian dalam lebih tinggi dibandingkan dengan
suhutubuh luar. Hewan seperti ini juga disebut hewan berdarah dingin. Dan hewan
homoiterm
sering disebut hewan berdarah panas (Duke’s, 1985).
Pada hewan homoiterm
suhunya lebih stabil, hal ini dikarenakan adanya reseptor dalamotaknya sehingga
dapat mengatur suhu tubuh. Hewan homoiterm dapat melakukan aktifitaspada suhu
lingkungan yang berbeda akibat dari kemampuan mengatur suhu tubuh.
Hewanhomoiterm mempunyai variasi temperatur normal yang dipengaruhi oleh faktor
umur, faktor. kelamin, faktor lingkungan, faktor panjang waktu siang dan malam,
faktor makanan yangdikonsumsi dan faktor jenuh pencernaan air (Swenson,
1997).Hewan berdarah panas adalah hewan yang dapat menjaga suhu tubuhnya, pada
suhu-suhutertentu yang konstan biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan
sekitarnya. Sebagian panas hilang melalui proses radiasi, berkeringat yang
menyejukkan badan. Melalui evaporasiberfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap
konstan. Contoh hewan berdarah panas adalahbangsa burung dan mamalia, hewan
yang berdarah dingin adalah hewan yang suhu tubuhnyakira-kira sama dengan suhu
lingkungan sekitarnya (Guyton, 1987).
B. Hipotalamus
Hipotalamus adalah bagian yang sangat peka, yang merupakan
pusat integrasi utama untuk memelihara keseimbangan energi dan suhu tubuh.
Hipotalamus berfungsi sebagai termostat tubuh, dengan menerima informasi dari
berbagai bagian tubuh di kulit. Penyesuaian dikoordinasi dengan sangat rumit
dalam mekanisme penambahan dan pengurangan suhu sesuai dengan keperluan untuk
mengorekasi setiap penyimpangan suhu inti dari nilai patokan normal.
Hipotalamus mampu berespon terhadap perubahan suhu darah sekecil 0,01ºC
(Sherwood, 1996).
Hipotalamus terus-menerus mendapat informasi mengenai suhu
kulit dan suhu inti melalui reseptor khusus yang peka terhadap suhu yang
disebut termoreseptor (reseptor hangat, dingin dan nyeri di perifer). Reseptor
suhu sangat aktif selama perubahan temperatur. Sensasi suhu primer diadaptasi
dengan sangat cepat. Suhu inti dipantau oleh termoreseptor sentral yang terletak
di hipotalamus serta di susunan syaraf pusat dan organ abdomen (Sherwood,
1996).
Suhu tubuh tergantung pada
neraca keseimbangan antara panas yang diproduksi ataudiabsorbsi dengan panas yang hilang.
Panas yang hilang dapat berlangsung secara radiasi,konveksi, konduksi dan
evaporasi. Radiasi adalah transfer energi secara elektromagnetik,
tidakmemerlukan medium untuk merambat dengan kecepatan cahaya. Konduksi
merupakantransfer panas secara langsung antara dua materi padat yang
berhubungan lansung tanpa adatransfer panas molekul. Panas menjalar dari yang
suhunya tinggi kebagian yang memiliki suhuyang lebih rendah. Konveksi adalah
suatu perambatan panas melalui aliran cairan atau gas.Besarnya konveksi
tergantung pada luas kontak dan perbedaan suhu. Evaporasi merupakankonveksi
dari zat cair menjadi uap air, besarnya laju konveksi kehilangan panas
karenaevaporasi
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian mahkluk hidup
pada tingkah laku / perilaku terhadaplingkungannya seperti pada binatang
bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai denganwarna yang ada di
lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri.
1. Termoregulasi pada manusia
Termoregulasi pada ManusiaTermoregulasi manusia
berpusat pada hypothalamus anterior terdapat tiga komponenpengatur atau
penyusun sistem pengaturan panas, yaitu termoreseptor, hypothalamus, dansaraf
eferen serta termoregulasi dapat menjaga suhu tubuhnya, pada suhu-suhu tertentu
yangkonstan biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnyaMekanisme
pengaturan suhu tubuh merupakan penggabungan fungsi dari organ-organ tubuhyang
saling berhubungan. didalam pengaturan suhu tubuh mamalia terdapat dua jenis
sensor pengatur suhu, yautu sensor panas dan sensor dingin yang berbeda tempat
pada jaringansekeliling (penerima di luar) dan jaringan inti (penerima di
dalam) dari tubuh.
Dari kedua jenissensor ini, isyarat yang diterima
langsung dikirimkan ke sistem saraf pusat dan kemudiandikirim ke syaraf motorik
yang mengatur pengeluaran panas dan produksi panas untukdilanjutkan ke jantung,
paru-paru dan seluruh tubuh. Setelah itu terjadi umpan balik, dimanaisyarat,
diterima kembali oleh sensor panas dan sensor dingin melalui peredaran
darah.Sebagian panas hilang melalui proses radiasi, berkeringat yang menyejukkan
badan. Melaluievaporasi berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap konstan. dan
modifikasi sistim sirkulasi dibagian kulit. Kontriksi pembuluh darah di bagian
kulit dan countercurrent heat exchange adalahsalah satu cara untuk mengurangi
kehilangan panas tubuh. Mausia menggunakan bajumerupakan salah satu perilaku
unik dalam termoregulasi.
2. Termoregulasi pada hewan
pada hewan (Sistem Pengaturan Panas) Berdasarkan
kemampuannya untuk mempertahankan suhu tubuh, hewan dapat diklasifikasikan
menjadidua, yaitu :
1. Poikiloterm
2. Homeoterm
Hewan
PoikilotermYaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu berubah seiring dengan
berubahnya suhu lingkungan.Hewan HomeotermYaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu
konstan/tidak berubah sekalipun suhu lingkungannya sangatberubah. mengatasi
masalah ini adalah dengan mengendalikan panas yang diterima dan peningkatan
panas yangterbuang oleh ternak, yaitu pemberian naungan atau atap dan pemilihan
bahan atap yang lebih efektif dalam menciptakan kondisi iklim mikro
kandang yang kondusif bagi ternak untuk berproduksi.Penelitianini bertujuan
mempelajari pengaruh jenis bahan atap kandang terhadap kondisi iklim mikro
kandang danrespons termoregulasi (frekuensi nafas,frekuensi denyut jantung, dan
suhu rektal) kambing jantanperanakan ettawa (PE) di lingkungan panas alami.
Sebanyak sembilan ekor kambing jantan PE gunakandalam penelitian.
Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)
dengan tiga pelakuan jenis atapkandang, yaitu atap rumbia (PI), seng (P2), dan
Genteng (P3), serta tiga ulangan pads masing-masingperlakuan. Data yang
diperoleh dianalisis sidik ragam yang dilanjutkan uji berganda Duncan’s pada
taraf 5%. Selain itu uji beda dua rata-rata juga digunakan untuk
mengetahui perbedaan respons peubah padasiang dan malam.Hasil penilitian menunjukkan:(a)
jenis atap tidak mempengaruhi suhu udara, kelembaban udara, danradiasi matahari
dalam kandang;(b) kandang beratap rumbia menyebabkan respons suhu rektal
lebihrendah (P<0,05) dibandingkan dengan kambing yang ada di dalam kandang
beratap genteng dan sengpada pengamatan siang, malam, dan rataan harian.
Kandang beratap genteng menyebabkan suhu rektalternak kambing lebih rendah
(P<0,05) dibandingkan ternak beratap seng pada pengamatan siang danrataan
harian, namun pada pengamatan malam hari tidak berbeda;(c) kandang beratap
rumbia menyebabkan respons frekuensi pernafasan lebih rendah
(P<0,05)dibandingkan dengan ternak beratap seng baik pada pengamatan siang
maupun rataan harian,sedangkan dibandingkan dengan ternak beratap genteng tidak
berbeda. Pengamatan malam hari ketiga jenis atap menghasilkan frekuensi
pernafasan yang tidak berbeda (P>0,05);(d) ketiga jenis atap kandangtidak
menyebabkan perbedaan respons frekuensi denyut jantung (P>0,05) balk pada
pengamatan slanghail, malam hail, maupun rataan harian;(e) ketiga jenis atap
kandang tidak menyebabkan perbedaan respons pertambahan bobot badan harian
(P>0,05) pada ternak kambing percobaan .
Termoregulasi adalah Kemampuan yang dimiliki oleh
hewan untuk mempertahankan panas tubuhnyaHewan dibagi menjadi dua:
1. Hewan PoikilotermYaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu berubah seiring
dengan berubahnya suhu lingkungan.
2. Hewan HomeotermYaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu konstan/tidak
berubah sekalipun suhu lingkungannya sangat berubah.SUHU TUBUH Suhu optimal
sesuai keadaan tubuhSuhu tubuh :1. Suhu inti konstan2. Suhu permukaan
berubah-ubahKehilangan Panas
• Suhu kulit lebih tinggi dari suhu
lingkungan panas dibuang dengan cara Radiasi dan Konduksi
• Suhu kulit lebih rendah dari suhu
lingkungan panas masuk tubuh dengan cara Radiasi dan konveksiPengaturan suhu
tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah
elemen-elemendari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan
berdarah dingin (cold-blood animals) dan
Hewan berdarah panas (warm-blood animals). Namun,
ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilahektoterm dan endoterm yang
berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. Ektotermadalah hewan yang
panas tubuhnya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan). Suhu
tubuhhewan ektoterm cenderung berfluktuasi, tergantung pada suhu lingkungan.
Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata, ikan, amphibia, dan
reptilia. Sedangkan endoterm adalah hewan yangpanas tubuhnya berasal dari hasil
metabolisme. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan. Endoterm umumdijumpai pada
kelompok burung (Aves), dan mamaliaMekanisme perubahan panas tubuh
1. Terjadi dengan 4 proses
2. Konduksi adalah perubahan panas tubuh hewan karena kontak dengan suatu
benda.
3. Konveksi adalah transfer panas akibat adanya gerakan udara atau cairan
melalui permukaan tubuh.
4. Radiasi adalah emisi dari energi elektromagnet. Radiasi dapat
mentransfer panas antar obyek yangtidak kontak langsung. Sebagai contoh,
radiasi sinar matahari.
5. Evaporasi proses kehilangan panas dari permukaan cairan yang
ditranformasikan dalam bentuk gasHewan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap
perubahan suhu lingkungan. Sebagai contoh, padasuhu dingin, mamalia dan burung
akan meningkatkan laju metabolisme dengan perubahan hormon-hormon yang terlibat
di dalamnya, sehingga meningkatkan produksi panas. Pada ektoterm (misal
padalebah madu), adaptasi terhadap suhu dingin dengan cara berkelompok dalam
sarangnya. Hasilmetabolisme lebah secara kelompok mampu menghasilkan panas di
dalam sarangnya
6. Perilaku adalah hal yang penting dalam hubungannya dengan termoregulasi.
Migrasi, relokasi, dan sembunyi ditemukan pada beberapa hewan untuk menurunkan
atau menaikkan suhu tubuh. Gajah didaerah tropis untuk menurunkan suhu tubuh
dengan cara mandi atau mengipaskan daun telinga ketubuh. Manusia menggunakan
pakaian adalah salah satu perilaku unik dalam termoregulasi.
III PENUTUP
Kesimpulan
1. Termoregulasi adalah Kemampuan yang
dimiliki oleh hewan untuk mempertahankan panas tubuhnyaHewan dibagi menjadi
dua:
a. Hewan PoikilotermYaitu hewan yang
suhu tubuhnya selalu berubah seiring dengan
berubahnya suhu lingkungan.
b. Hewan HomeotermYaitu hewan yang
suhu tubuhnya selalu konstan/tidak berubah sekalipun suhu lingkungannya sangat
berubah.SUHU TUBUH Suhu optimal sesuai keadaan tubuhSuhu tubuh :
1. Suhu inti konstan
2. Suhu permukaan
berubah-ubahKehilangan Panas
2. Termoregulasi pada
ManusiaTermoregulasi manusia berpusat pada hypothalamus anterior terdapat tiga
komponenpengatur atau penyusun sistem pengaturan panas, yaitu termoreseptor,
hypothalamus, dansaraf eferen serta termoregulasi dapat menjaga suhu tubuhnya,
pada suhu-suhu tertentu yangkonstan biasanya lebih tinggi dibandingkan
lingkungan sekitarnyaMekanisme pengaturan suhu tubuh merupakan penggabungan
fungsi dari organ-organ tubuhyang saling berhubungan.
3. Termoregulasi adalah Kemampuan yang dimiliki oleh hewan untuk
mempertahankan panas tubuhnyaHewan dibagi menjadi dua:
1. Hewan PoikilotermYaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu berubah seiring
dengan berubahnya suhu lingkungan.
2. Hewan HomeotermYaitu hewan yang suhu tubuhnya selalu konstan/tidak
berubah sekalipun suhu lingkungannya sangat berubah.SUHU TUBUH Suhu optimal
sesuai keadaan tubuhSuhu tubuh :1. Suhu inti konstan2. Suhu permukaan
berubah-ubahKehilangan Panas
Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh
1.
Kecepatan metabolisme basal
Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda. Hal
ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula.
Sebagaimana disebutkan pada uraian sebelumnya, sangat terkait dengan laju
metabolisme.
2.
Rangsangan saraf simpatis
Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan
metabolisme menjadi 100% lebih cepat. Disamping itu, rangsangan saraf simpatis
dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme.
Hamper seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Umumnya,
rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan
peningkatan produksi epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme.
3.
Hormone pertumbuhan
Hormone pertumbuhan ( growth hormone ) dapat
menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Akibatnya,
produksi panas tubuh juga meningkat.
4.
Hormone tiroid
Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hamper semua
reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi
laju metabolisme menjadi 50-100% diatas normal.
5.
Hormone kelamin
Hormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan
metabolisme basal kira-kira 10-15% kecepatan normal, menyebabkan peningkatan
produksi panas. Pada perempuan, fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada
laki-laki karena pengeluaran hormone progesterone pada masa ovulasi
meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3 – 0,6°C di atas suhu basal.
6. Demam
( peradangan )
Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan
metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C.
7.
Status gizi
Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan
metabolisme 20 – 30%. Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan
yang dibutuhkan untuk mengadakan metabolisme. Dengan demikian, orang yang
mengalami mal nutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). Selain
itu, individu dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami
hipotermia karena lemak merupakan isolator yang cukup baik, dalam arti lemak
menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain.
8.
Aktivitas
Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme,
mengakibatkan gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi
termal. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38,3 – 40,0
°C.
9.
Gangguan organ
Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada
hipotalamus, dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami
gangguan. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saai terjadi infeksi dapat
merangsang peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar
keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh
terganggu.
10.
Lingkungan
Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan,
artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih
dingin. Begitu juga sebaliknya, lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh
manusia. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar
melalui kulit.
Proses kehilangan panas melalui kulit dimungkinkan karena
panas diedarkan melalui pembuluh darah dan juga disuplai langsung ke fleksus
arteri kecil melalui anastomosis arteriovenosa yang mengandung banyak otot.
Kecepatan aliran dalam fleksus arteriovenosa yang cukup tinggi (kadang mencapai
30% total curah jantung) akan menyebabkan konduksi panas dari inti tubuh ke
kulit menjadi sangat efisien. Dengan demikian, kulit merupakan radiator panas
yang efektif untuk keseimbangan suhu tubuh.
Daftar Pustaka
Ahmadican.2011. Termogulasi Pada Manusia. http://ahmadihcan.blogspot.com/2011/01/termoregulasi-pada-manusia-makalah.html
Aninomaus. 2011. Metabolisme Suhu Tubuh. http://www.duniaperawat.com/2011/04/metabolisme-suhu-tubuh.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar